Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi

DINAS Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten bogor melakukan peninjauan terhadap 2 warga desa Tegal kecamatan kemang Kabupaten bogor yang diketahui mengidap gangguan jiwa.

Tim Dinsosnakertrans yang beranggotakan Srimulyani selaku Kasie (Kepala Seksi) Pemulihan Sosial, Suratmi Kasubag (Kepala Sub Bagian) Program, serta pendamping home care eks psikotik dan tim penjangkauan/satgas PMKS jalanan turut hadir dalam peninjauan.

2 Warga yang mengidap gangguan jiwa diketahui sebagai kakak beradik bernama Slamet (25) serta adiknya Hasan (24) warga Kampung Nagrog, RT 06/06, Desa Tegal, Kecamatan Kemang, Rabu(24/08)

Namun perkembangan kesehatan kejiwaan Slamet lebih baik bila dibandingkan dengan Hasan yang masih dalam pengobatan rawat jalan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor.

Sri Mulyani mengungkapkan kunjungan yang dilakukan berkaitan dengan kondisi akhir bahwa salah satu pasien sudah mengalami perkembangan dan selanjutnya akan diberikan bantuan berupa modal usaha.

"Bagian dari program pemerintah Pusat melalui PSBL Phalamartha Kemensos RI memberikan modal Usaha Ekonomi Produkti (UEP) kepada warga yang sudah pulih dari gangguan jiwa" ucapnya.

Yani menambahkan modal kerja yang diberikan disesuaikan dengan minat si penerima sehingga bantuan memiliki progres berkelanjutan.

"Tujuan awalnya agar warga yang sudah sehat dari gangguan jiwa memiliki aktifitas dari aspek psikologis sehingga pikiran dapat bekerja "lanjutnya.

Menurut Yani sesuai data yang di peroleh di Desa Tegal dan Pondok Udik ada 4 warga yang sudah dapat ber aktifitas normal, namun bingung untuk mencari pekerjaan sehingga diperlukan modal dan pelatihan untuk berwiraswasta.

"Mereka dapat beternak ayam, kambing yang tidak butuh aktifitas fisik dan pemikiran yang besar namun dapat menghasilkan dan bermanfaat kepada dirinya dan keluarga" jelasnya.

Ditempat yang sama Kasubag Program Dinsosnakertrans menambahkan bahwa program ini akan terus dilakukan pemantauan oleh pihaknya serta diperbantukan dari pihak kecamatan dan desa, melalui pendamping home care eks psikotik maupun tim penjangkauan/satgas PMKS.

"Kita inginkan dari Penjangkauan dan bantuan yang diberikan berdampak positif kepada si penerima sehingga menambah taraf hidup dan utama ya jauh lebih sehat" ujar Suratmi.

Selain itu ia meminta perlu dukungan dari pihak keluarga si penerima dan lingkungan sekitar atas program ini bahwa pengidap gangguan jiwa boleh di sembuhkan dan di berikan kesempatan untuk berkarya.

eks sakit jiwa2Slamet (tengah) saat mendapatkan kunjungan dari Disosnakertrans
dan pendamping home care eks psikotik serta tim penjangkauan/satgas PMKS jalanan

 



2017 © Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi