Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi

Berlakunya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) beberapa waktu lalu ternyata sudah mulai terasa di Kabupaten Bogor. Hal tersebut terbukti dari adanya tenaga kerja asing yang bekerja di sejumlah wilayah Kabupaten Bogor. Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Bogor mencatat ada 360 tenaga asing yang bekerja di Kabupaten Bogor.

Kepala Dinsosnakertrans Kabupaten Bogor Yous Sudrajat mengatakan, jumlah tersebut merupakan tenaga asing yang terdata dan aktif bekerja di Kabupaten Bogor. Para tenaga kerja asing tersebut kebanyakan bekerja sebagai tenaga ahli yang ada di beberapa industri. Selain itu, ada juga yang menjadi guru di beberapa sekolah berskala internasional. “Mereka sering mengurus izin kerjanya di sini. Tetapi dengan diberlakukannya MEA ini, tak menutup kemungkinan ada banyak tenaga asing yang bekerja di Kabupaten Bogor,” ujarnya.

Dengan diberlakukannya MEA tersebut, menurutnya, tak menutup kemungkinan tenaga kerja asing akan bertambah di Kabupaten Bogor. Terlebih banyak potensi yang bisa menarik perhatian para pekerja asing tersebut sesuai kemampuan yang dimilikinya yang dapat menggeser posisi warga pribumi. “Ya bisa-bisa saja seperti itu, maka kami harus mempersiapkan masyarakat yang sangat kreatif agar bisa berkompetisi dengan tenaga kerja asing,” terangnya.

Terkait penangkapan warga kerja asing yang pernah tertangkap di Kecamatan Sukamakmur yang sedang menanam cabai, ia pun tak mengatahuinya. Padahal jika warga asing ingin bekerja di Kabupaten Bogor, mereka mengurus administrasi terlebih dulu. “Mereka harus didata, tak bisa langsung kerja begitu saja,” paparnya.

Untuk menyiapkan tenaga kerja berkualitas, ia mengaku sudah meningkatkan beberapa program kerja seperti peningkatan Balai Latihan Kerja (BLK) yang berada di Tajurhalang. Selain itu, terdapat juga upaya untuk peningkatan pendapatan warga dengan adanya pelatihan usaha untuk masyarakat kurang mampu. “Tahun ini kita melatih 500 orang yang sebagian besar ibu-ibu rumah tangga. Artinya, kami memberdayakan masyarakat miskin yang tak ingin mencari kerja,” katanya.

Sekretaris Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor Egi Gunadhi Wibhawa menjelaskan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor harus bisa mempersiapkan para remajanya untuk menghadapi persaingan dengan warga negara asing. Sehingga mereka pun bisa mempunyai kemampuan yang sama untuk merebutkan suatu pekerjaan. “Ya kalau dengan kemampuan seadaanya tak bisa juga, harus ada bekal khusus yang diberikan pemkab kepada para pencari kerja ini,” jelasnya.

Politisi PDIP itu pun berharap masyarakat Kabupaten Bogor bisa lebih kreatif dan berinovasi serta dapat menciptakan peluang kerja bagi yang lainnya. Sehingga, lahan kerja pun bisa lebih banyak. “Bagusnya para tenaga ahli yang ada di Kabupaten Bogor pun tetap pribumi. Sebab kemampuan dan kreativitas kita lebih unggul dibanding tenaga kerja asing,” ungkapnya.

 

Sumber: www.metropolitan.id



2017 © Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi